Review Monitor Gaming Dengan Refresh Rate Tinggi Review Monitor Gaming Dengan Refresh Rate TinggiTopik harian dengan konteks dan sudut pandang yang jelas.
general

Apakah Monitor 144Hz Masih Layak Dibeli di Tahun 2026? Dibanding 180Hz atau 240Hz

Cari tahu apakah monitor 144Hz masih worth it di 2026 dibanding 180Hz atau 240Hz. Simak perbandingan harga, performa GPU, dan kebutuhan gaming.

27 Mar 2026 · 5 menit baca · oleh Lukman Mulyadi Mahendra
Apakah Monitor 144Hz Masih Layak Dibeli di Tahun 2026? Dibanding 180Hz atau 240Hz

Pertanyaan ini pasti sering muncul di benak lo yang lagi hunting monitor gaming baru. Di satu sisi, monitor 144Hz udah jadi standar industri selama bertahun-tahun dan harganya makin murah. Di sisi lain, monitor 180Hz dan 240Hz sekarang mulai turun harga, apalagi merek-merek lokal kayak Axgio atau Advance mulai gencar. Jadi, kira-kira mana yang paling pas buat kantong dan kebutuhan gaming lo?

Jawaban singkatnya: Monitor 144Hz masih sangat layak dibeli di tahun 2026, terutama kalau budget lo terbatas dan GPU lo bukan yang paling kencang. Tapi, kalau lo punya dana lebih dan GPU lo bisa ngebut di atas 144 fps di game favorit, naik ke 180Hz atau 240Hz bakal terasa bedanya—terutama di game kompetitif kayak Valorant atau CS2. Ujungnya, keputusan ada di keseimbangan antara dompet, kartu grafis, dan jenis game yang lo mainkan.

Perbandingan tiga monitor gaming dengan refresh rate 144Hz, 180Hz, dan 240Hz

Kenapa Monitor 144Hz Masih Jadi Pilihan Utama Banyak Gamer?

Alasan utamanya sederhana: harga. Monitor 144Hz sekarang bisa lo dapetin mulai dari Rp1,5 jutaan sampai Rp3 jutaan untuk ukuran 24-27 inci dengan panel IPS. Bandingkan dengan monitor 240Hz yang masih di kisaran Rp4-7 jutaan untuk kualitas serupa. Selisihnya bisa buat upgrade GPU atau beli game Sudut pandang berbeda di bagaimana cara memilih monitor 165hz atau 240hz yang cocok d.

Selain harga, masalah kompatibilitas juga penting. Banyak GPU kelas menengah kayak RTX 3060 atau RX 6600 yang kesulitan nembus 180 fps di game AAA terbaru. Contoh nyata: di game Cyberpunk 2077 dengan setting High, RTX 3060 cuma bisa kasih rata-rata 70-90 fps. Monitor 240Hz jadi sia-sia karena GPU lo nggak sanggup ngisi framerate segitu. Monitor 144Hz di sini pas banget—lo nggak perlu bayar lebih untuk fitur yang nggak kepake.

Dari sisi pengalaman, lompatan dari 60Hz ke 144Hz itu terasa bangeet. Gerakan jadi mulus, tearing berkurang, dan mata lo nggak cepat lelah. Tapi lompatan dari 144Hz ke 240Hz? Perbedaannya ada, tapi nggak se-dramatis itu. Banyak gamer kasual bahkan nggak bisa bedain antara 144Hz dan 180Hz kalau nggak disandingkan langsung.

Bagaimana Cara Memilih Antara 144Hz, 180Hz, dan 240Hz?

Caranya gampang: lihat GPU lo dulu. Cek benchmark game favorit lo di YouTube atau situs kayak TechPowerUp. Catat rata-rata fps yang bisa dicapai GPU lo di setting yang biasa lo pakai. Ini patokan utama Untuk gambaran lebih luas, baca gaya rambut pria yang populer.

  • Kalau GPU lo rata-rata di bawah 144 fps (misal: GTX 1660 Super, RTX 3050, RX 6500 XT), ambil 144Hz. Nggak ada gunanya punya monitor 240Hz kalau game lo cuma jalan di 100 fps.
  • Kalau GPU lo di kisaran 144-180 fps (misal: RTX 3060 Ti, RX 6700 XT), monitor 180Hz jadi pilihan manis. Harganya cuma selisih Rp300-500 ribuan dari 144Hz, tapi lo dapet sedikit headroom.
  • Kalau GPU lo di atas 200 fps (misal: RTX 4070 ke atas, RX 7800 XT, atau lo main game ringan kayak Valorant/CS2), monitor 240Hz baru kerasa gunanya.

Contoh kasus: gue sendiri pake RTX 3070 dan main Apex Legends di setting kompetitif. GPU ini rata-rata kasih 160-190 fps. Tadinya gue pake monitor 144Hz, tapi setelah ganti ke 180Hz, perbedaan di gerakan cepat—waktu sliding atau turn—terasa lebih mulus. Tapi kalau gue main Elden Ring yang cuma 60 fps, ya sama aja.

Apa Risikonya Kalau Pilih Monitor 240Hz Tapi GPU Lemah?

Risiko paling jelas: uang lo kebuang. Monitor 240Hz yang murah biasanya kompromi di hal lain—panel VA yang respons lambat, warna kurang akurat, atau build quality jelek. Lo bisa aja beli monitor 240Hz seharga Rp4 jutaan, tapi GPU lo cuma bisa 100 fps. Hasilnya? Sama aja kayak pakai monitor 144Hz, cuma lebih mahal.

Ada juga risiko screen tearing atau stuttering kalau framerate GPU nggak stabil. Misal, GPU lo tiba-tiba drop dari 180 ke 120 fps di momen sibuk, monitor 240Hz bakal nampilin ketidakstabilan itu lebih jelas. Monitor 144Hz lebih forgiving karena range VRR (Variable Refresh Rate) biasanya lebih lebar di rentang rendah.

Kalau saya pribadi, lebih baik ambil monitor 144Hz dengan kualitas panel bagus (IPS, warna akurat, response time 1ms) daripada monitor 240Hz murahan. Soalnya, kualitas gambar sehari-hari lebih penting daripada angka refresh rate yang nggak maksimal.

Berapa Biaya yang Harus Disiapkan untuk Masing-Masing Monitor?

Di tahun 2026, harga monitor gaming di Indonesia kira-kira begini (berdasarkan pantauan di Tokopedia dan Shopee):

  • Monitor 144Hz 24-27 inci IPS: Rp1,8 - 3,5 juta. Merek kayak AOC 24G2, ViewSonic XG2405, atau Lenovo G24 masih jadi andalan.
  • Monitor 180Hz 24-27 inci IPS: Rp2,5 - 4,5 juta. Merek kayak MSI G244F atau ASUS VG249Q3A mulai banyak.
  • Monitor 240Hz 24-27 inci IPS: Rp4 - 7 juta. Merek kayak Dell S2522HG atau BenQ Zowie XL2546K masih premium.

Selisih dari 144Hz ke 180Hz sekitar Rp700 ribu - 1 juta. Dari 180Hz ke 240Hz, loncatannya bisa Rp1,5 - 2,5 juta. Kalau lo pikir-pikir, uang segitu bisa dipake buat beli SSD 1TB atau upgrade RAM ke 32GB, yang efeknya lebih terasa di performa gaming.

Tabel perbandingan harga monitor 144Hz, 180Hz, dan 240Hz di Indonesia tahun 2026

Kapan Sebaiknya Lo Naik ke 180Hz atau 240Hz?

Ada dua skenario yang bikin upgrade ke refresh rate lebih tinggi masuk akal.

Pertama, lo main game kompetitif serius. Kalau lo main Valorant, CS2, Overwatch 2, atau Fortnite di level Diamond ke atas, setiap milidetik berarti. Di game-game ini, GPU lo bisa tembus 300+ fps dengan mudah. Monitor 240Hz bakal ngasih keunggulan dalam reaksi—lo bisa lihat musuh muncul lebih cepat 1-2 frame dibanding lawan yang pakai 144Hz. Itu cukup buat winning duel.

Kedua, lo punya GPU flagship. RTX 4070 Ti, RX 7900 XT, atau lebih tinggi—GPU ini bisa ngebut di 200+ fps bahkan di game AAA dengan setting Medium-High. Kalau lo udah investasi jutaan rupiah buat GPU, sayang kalau monitor jadi bottleneck. Monitor 180Hz atau 240Hz bakal maksimalin potensi GPU lo.

Tapi kalau lo main game santai kayak Genshin Impact, Minecraft, atau Stardew Valley, 144Hz udah lebih dari cukup. Ya begitu, nggak perlu maksain.

Penutup

Pada akhirnya, monitor 144Hz masih jadi paling rasional buat mayoritas gamer Indonesia di 2026—harganya terjangkau, kompatibel dengan GPU kelas menengah, dan pengalaman gamingnya sudah sangat mulus. Naik ke 180Hz atau 240Hz baru terasa manfaatnya kalau GPU lo kencang dan lo main game kompetitif yang butuh respons secepat kilat. Jadi, ukur dulu kemampuan GPU lo, cocokin dengan budget, dan jangan tergoda angka tinggi kalau hardware di belakangnya nggak siap.

Seorang gamer sedang bermain game FPS di depan monitor 144Hz dengan setup rapi

Sumber referensi: Refresh rate - Wikipedia bahasa Indonesia

Bacaan lanjutan: Bagaimana cara memilih monitor 165hz atau 240hz yang cocok d

Selengkapnya di: sumber resmi

Tag: #monitor 144hz #monitor gaming #refresh rate tinggi #180hz vs 240hz #review monitor